
SINOPSIS
Taubat sebuah kata sederhana, tetapi susah dilaksana. Taubat berasal dari kata tawaba yang berarti kembali, dimaknai kembali kepada Allah dari keberpalingan (kemusyrikan) kepadaNya.Setiap diri manusia tanpa terkecuali pernah berpaling dari Allah, bahkan tak terhingga keberpalingannya. Sangat halus gangguan Tauhid dalam diri manusia. Dalam buku ini, Penulis memaparkan dalam analogi sepuluh tingkatan, agar manusia dapat mengerti dan kemudian mampu bertaubat, membersihkan diri dari kemusyrikan walau setipis apapun. Penulis juga mengupas apa latar belakangTaubat, syarat-syarat, pakem-pakem serta hambatan dalambertaubat. Dipaparkan pula, apa hakikat Taubat, tanda-tandaTaubat diterima dan bagaimana indahnya taubat. Sungguh dapat menjadi bahan perenungan yang mendalam, bagaimana kualitas Taubat yang selama ini kita jalani. Jika sudah berkesadaran, manusia tidak akan menunda-nunda sesuatu yang bernilai baik bagi dirinya dan keluarganya, termasuk bertaubat. Namun demikian diperlukan ilmu untuk melaksanakannya. Tanpa ilmu bermanfaat untuk mengukur kesadaran dalam bertaubat, maka
tidak akan sesuai dengan parameter ukuran yang ditetapkan Allah.Manusia hendaknya terus berupaya membesarkan cahaya Taubat,meninggalkan segala bentuk kemusyrikan dan meraih cinta sejati. Cinta sejati hanya untuk Allah, bukan yang lain, untuk itu bertaubatlah dengan taubat yang semurni-murninya.
Penulis: Susilawati Susmono
ISBN: 978-602-8478-41-0
Penerbit: Yayasan Riyadhatul Ihsan
—-