Meniti Jalan Sunyi

image

SINOPSIS

Roda kehidupan dunia berjalan kadang mendaki, landai dan menurun. Perjalanan yang harus dijalani berteman sabar dan syukur agar lepas dari jeratan fatamorgana dunia dan menemukan kehidupan yang hakiki. Sebuah perjalanan yang sunyi yang telah diteladankan Para Nabi, Wali dan kaum Mukhlisin.

Perjalanan Sunyi yang dimulai dengan keyakinan untuk dapat menemuiNya. Perjalanan sunyi yang dilakukan dalam kesendirian pada waktu-waktu tertentu. Perjalanan Sunyi yang harus dititi dengan penuh kesungguhan, fokus serta konsentrasi dalam melakukan perjalanan setapak demi setapak.

Sebuah perjalanan yang menggambarkan evolusi spiritual yang mendalam dari diri manusia untuk berproses di hadapan Allah bukan di hadapan manusia. Inilah batin yang bergelora dalam keheningan dan dalam kegelapan cahayaNya berharap untuk dicerahkan kembali oleh Allah akibat masa lalu yang lengah/lalai.

Setahap demi setahap dalam kesunyian memperoleh santapan gizi Ruhani, tiada menyerah sebelum berhasil dalam perjalanan tersebut. Terus mensunyikan diri di keramaian. Dibutuhkan mujahadah yang keras dan kesabaran serta pengorbanan dalam meniti jalan sunyi tersebut.

Meniti jalan sunyi membutuhkan kemampuan untuk membaca tanda-tanda dari Tuhan dalam kitab diri, kitab lingkungan, maupun kitab tertulis Al-Quran. Iqro’, bacalah, menjadi wahyu pertama yang diterima Rasul dengan perantaraan Jibril.

Kemampuan membaca yang akan membantu manusia menemukan pencarian makna kehidupan hakiki yaitu kembali selamat kepada Tuhan setelah melakukan tugas kekhalifahan yang diamanatkan kepadanya.

Penulis: Elisa Anggraeni

ISBN: 978-602-5984-22-8

Editor Substansi: Susilawati Susmono

Penerbit: Yayasan Tunas Sejati

Tahun terbit: September 2022

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *