Filosofi Batik Serat Holistik Kehidupan Susilawati Susmono

image

SINOPSIS

Karya yang berbentuk “Batik Serat Kehidupan Susilawati Susmono” merupakan salah satu Filosofi dari pengabdian seorang yang bernama Susilawati, manusia ringkih/penidir/sakit-sakitan, sensitif, lemah dan tidak berdaya, kecuali Allah SWT berikan nilai kekuatan kepadanya untuk menuangkan satu nilai tersebut agar terungkap nyata pada karya-karyanya dalam “Batik Serat Kehidupan Susilawati Susmono”.
Satu karya tidak dapat disebut apapun kecuali tertuju untuk mengisi kehidupan di dunia agar tidak lalai dan lengah pada saat lahir ke dunia, jangan sampai sia-sia hidup di dunia yang singkat ini. Lima hal yang harus bernilai pada Batik Serat ini tidak lain merujuk pada Dzat-Nya, Sifat-Nya, Asma-Nya, Fi’il-Nya, dan terakhir Af’al-Nya. Af’al-Nya tidak akan terwujud jika tidak masuk ke SibghatallahNya (CelupanNya) secara jujur dan merdeka. Merdeka dalam arti tidak terkurung dan terpasung baik Raga, Jiwa, Akal, Hati dan Ruh. Dengan lima pokok kemerdekaan ini maka Batik Serat Kehidupan Susilawati Susmono dapat dilakukan penyeratannya/pekerjaannya oleh Susilawati Susmono. Modal yang sangat hakiki yakni suatu kemerdekaan. Filosofi ini betul-betul mengandung makna kemerdekaan secara hakiki dalam arti merdeka lahir dan bathin.
Konsep pengungkapan kemerdekaan secara Raga, Jiwa, Akal, Hati dan Ruh pada “Filosofi Batik Serat Kehidupan Susilawati Susmono” ini adalah merupakan konsep karya batik yang sangat berserat-serat. Serat tersebut dilakukan harus betul-betul tenang, tenteram, sabar, ikhlas dan mukhlas di-hati, baru batik dapat dilakukan dan terwujud “penyeratannya” yang rumit dan unik. Ini mutlak harus dilakukan proses dalam Mem-Mba-Tik. Dalam Mba-Tik ada rasa Ruwet, rumit, unik, asyik, nikmat sebab adanya 5 merdeka tersebut yang hakikatnya telah terajut dalam diri. Sesungguhnya “Hakikat Merah Putih Itu Telah Berkibar Dalam Diri (Merdeka)”. Mem-Mba-Tik dilakukan penuh kesabaran dan kelenturan dan penuh titik-titik atau bintik-bintik, garis-garis kecil, bola-bola kecil, sulur-sulur, semua dilalui dengan penuh nikmat kedamaian dalam arti mba-tik itu tidak bisa grasa-grusu atau buru-buru.
Filosofi Batik Serat Kehidupan Susilawati Susmono, tidak bisa lepas dari kemerdekaan secara lahir maupun bathin. Secara lahir merdeka pisik, jasmani atau badannya. Artinya sudah terbangun badannya tanpa hambatan yang menghadang untuk membuat batik. Secara bathin merdeka jiwa, karakter, dan mentalnya. Ekspresi dalam berkarya memiliki nilai-nilai inovasi dan kreasi mandiri tidak berdasarkan tekanan mental dan jiwa. Secara hati dan perasaan mengasah kehalusan dan kesabaran telah bebas dari jeratan orang lain. Terbangun rasa sejati. Secara ruhani bahwa merdeka gerakan powernya untuk membuat pesan-pesan spiritual yang membangun peradaban untuk selalu ingat janji kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Tidak menyimpang dari apa-apa yang dipesan oleh kakek nenek moyang yang luhur.

Penulis: Susilawati Susmono

ISBN:  978-602-8478-49-6

Penerbit: Yayasan Tunas Sejati

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *