Pancasila dan Kesaktiannya

image

SINOPSIS

Pancasila mendidik anak bangsa untuk napak tilas kepada yang telah berhasil dulu.Hakikat bintang diraih, dan mereka sebagai bintang yang bersinar di langit walaujasad di bumi. Jika sudah berhasil maka ke empat sila di bawahnya akan dapatdilakukan dengan baik dan patuh. Tidak bisa 4 sila dilakukan tanpa berhasil untuk Tata, Titi, Titis, Tetep, Tutup, Tuntas pada sila pertama Pancasila. Mengkaji Pancasila tidak cukup hanya secara syariat tetapi harus dikaji secara-tarikat-hakikat- dan terakhir Makrifat dari Pancasila. Ini menjadi sangat dibutuhkan oleh setiap pribadi anak bangsa. Pancasila menjadi sebuah kebutuhan bukan kewajiban saja sebagai warga negara. Ini juga sebagai modal terbesar bangsa dalam berbangsa betul-betul ada teladan yang harus kita ikuti sesuai dengan harapan para pendiri bangsa yaitu mewarisi nilai-nilai luhur Pancasila. Tak lupa pula bahwa dengan mendapat modal terbesar Pancasila sebagai fundament dan dasar negara ini, maka kita harus bersyukur, bersabar, ikhlas dan mukhlas hatinya untuk mengamalkannya. Seiring dengan rasa syukur harus selalu ada rasa sabar yang ikut dan juga rasa ikhlas dalam beramal kebaikan serta dalam berbagi ilmu pengetahuan berdasarkan napak tilas jalan yang telah dilalui oleh mereka yang luhur, mulia, agung dan suci. Untuk itu dapat dimaknai bahwa rasa syukur kita sebagai hamba itu, sebaiknya disertai dan diisi dengan amal perbuatan ihsan yang nyata, jangan kosong dalam memaknai rasa bersyukur. Sebagai umat manusia di dunia, semoga kita diberikan keringanan dalam melangkah serta bermujahadah. “Mujahadah itu harus diyakinkan, dan keyakinan itu harus dimujahadahkan.” Napak tilas Al-Fatihah ayat 7 dari para pendiri bangsa serta seluruh warisan luhur mereka harus betul-betul mujahadah mengikuti para nabi dan rasul. Sehingga kita diberikan keringanan untuk beramal kebaikan di dunia danmembuktikan bintang itu bersinar dan menyinari dunia. Untuk sampai titik klimaks dalam berPancasila (membuktikan bintang bersinar besar) tentu mujahadah harusistiqomah. Keempat sila baru dapat diaplikasikan sebagai metode terapan holistik kehidupan atau sunatullah berjalan secara alami (natural). Tentu setiap anak bangsa harus bermujahadah dan napak tilas dengan sungguh-sungguh maksud dan tujuan mereka mewarisi Pancasila. Tanamkan keyakinan bahwa kita butuh Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan sehingga dalam berbuat pada bangsa dan negara kita, bahwa ada satu dasar pondasi dan dasar pijakan yang sama saat berbuat dalam sebuah bangunan rumah besar bangsa. Kebutuhan itu sangat urgent. Pendidikan dan pengetahuan tidak cukup tanpa nilai-nilai luhur tertanam di sanubari anak bangsa. Butuh makan saja kita akan mencari apa yang mau di makan. Maka pengetahuan Pancasila harusnya suatu kebutuhan yang mendasar dan tertanam. Ada loyalitas dalam menapaktilasi maksud dan tujuan dari para pendiri bangsa ini agar tidak salah paham atau bahkan gagal paham. Kami sangat berharap sekali kepada Sang Maha Kuasa semoga ada cahaya bintang yang besar untuk menyinari bangsa ini agar tetap utuh. Dijajah dan menjajah atau dikuasai dengan menguasai sama-sama menunjukkan pribadi maupun kelompok atau bangsa tersebut retak, pecah dan robek pribadinya.Jati diri harus diupaya jangan rapuh, retak, pecah alias robek. Maka saat memahami satu sila yang diberi itu berhasil membuktikan napak tilasnya maka akan menjadi pencerah bagi empat sila di bawahnya. Hakikat Merah Putih itu berkibar di dalam diri yang jiwanya sudah merdeka. Tidak menyukai untuk menguasai dan dikuasai siapa pun. Sang Saka akhirnya mampu dikibarkan di udara perlambang kekuatan yang utuh.Berdaulat itu bahagia dan jangan sekali-kali merusak kebahagiaan atau kemerdekaan

orang lain atau bangsa lain. Dalam arti merusak kedaulatan orang lain atau bangsa lain. Pancasila itu mendidik keluhuran agar tidak merusak tauhid pada setiap diri dan rusak pula kedaulatan diri.17 (tujuh belas) Cahaya dalam lambang bintang akan bersinar terang menyelimuti yang sudah berniat, bertekad dan bermujahadah dengan sabar, tulus, ikhlas, murni dan suci (Mukhlasin). Untuk menjalankan jati diri dengan berbaju Pancasila harus sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Ini adalah satu jalan yang lurus (menuju capaian yang diarahkan dalam Kitab Al-qur’an yakni hakikat makna 50.000 Tahun Cahaya Bumi), ini adalah jalan lurus anak bangsa secara bersama untuk pencapaian bersama saat terjalin hubungan yang kuat dan dekat RuhNya diutus Maha Ruh, Tentu tidak sulit untuk menjalani secara menyenangkan ayat 7 Al Fatihah seperti mereka yang telah diberi nikmat oleh Allah SWT.

Penulis: Susilawati Susmono

ISBN:  978-602-8478-48-9

Penerbit: Yayasan Tunas Sejati

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *