Filosofi Hulu Hilir Kehidupan Galeri Susilawati Bangka – Persembahan Untuk Tanah Kelahiran

image

SINOPSIS

Susilawati Susmono – Persembahan Untuk Tanah Kelahiran menguraikan 11 simbol filosofi hulu dan hilir kehidupan dan menjadi pondasi Museum & Gallery Susilawati Susmono –Persembahan Untuk Tanah Kelahiran, Bangka. Kemudian buku

ini menjadi penghantar seluruh karya yang digerai dalam Museum & Gallery tersebut yang tidak lepas dari ISAQ CENTER, Jakarta dan Museum Serat Holistik Kehidupan Susilawati Susmono, Yogyakarta, yang telah lebih awal didirikan. Sampai Senin, 5 Juli 2021 secara keseluruhan 4.638 karya digerai memiliki hakikat dan makna yang ditempatkan pada kodratnya masing-masing, baik digerai di Jakarta, Yogyakarta maupun Bangka. Secara filosofis hulu dan hilir kehidupan disimbolkan dengan lukisan “Serat Lorong Aliran Hulu dan Hilir”, “Serat Menara Hitam Putih Aku Sejati”, “Serat Menara Emas Aku Sejati”, “Serat Mata Hati”, “Serat Pohon Terompet”, “Serat Urip Iku Urup (Pelita Murni)”, “Serat Aneka Kekayaan Karakter”, “Serat Komponen Parsial”, “Serat Tumbuh Sesuai Sunnatullah”, “Serat Pucuk Sambung” dan “Serat Tiba Masanya Akan Merekah”. Filosofi ini mengandung nilai-nilai luhur, agung, mulia dan suci. Semua unsur, baik positif maupun negatif, baik dari hulu sampai ke hilir, baik dari hilir sampai ke hulu diberikan tempat dan dapat bermanfaat setelah mengetahui rahasia terdalam.

Penulis: Susilawati Susmono

ISBN:  978-602-8478-46-5

Penerbit: Yayasan Tunas Sejati

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *