
SINOPSIS
Jika manusia tidak mau melaksanakan perintah membaca sungguh sangatlah tidak patuh pada Allah, perintah yang terang benderang untuk dilakukan manusia menjadi pokok perintah atau awal perintah. Tujuannya adalah agar manusia dapat berhasil mengenal dirinya. Neraca keadilan itu sudah sangat jelas ada dan timbangannya pun ada. Tidak ada satu diri dapat melepaskan diri dari timbangan tersebut. Jika tidak adil pada diri tentu tidak akan mampu adil pada dunia dan seisinya, maka diperintahkan untuk jujur dalam menimbang jangan menguranginya sedikitpun. Orang yang adil pada dirinya sendiri, akan diberi kejujuran dalam menimbang untuk orang lain. Mengurangi nilai orang lain tetapi ingin menambah nilai diri sendiri, coba dihitung nilai tersebut dan ditimbang-tinbang lagi berulang kali, ternyata masih terdapat kesalahan jika mau jujur dengan polos bukan belang. Kesalahan itu setiap saat dalam nafas kehidupan terus mewarnai kehidupan manusia jika tidak menjadi orang yang selalu mawas diri. Perintah untuk membaca Kitab dan membukanya menjadi landasan yang paling utama bagi manusia agar tertuntun nuraninya. Kitab Illiyin dan Sijjin adalah akumulasi amal perbuatan manusia yang disimpan catatannya pada Kitab Illiyin atau Sijjin. Apabila manusia sekedar membaca dan menimbang namun tidak mengetahui makna hakiki dari membaca dan menimbang tentu hasilnya sebuah fatamorgana alias debu amal perbuatan tersebut.
Penulis: Susilawati Susmono
ISBN: 978-602-60208-6-4
Penerbit: Yayasan Tunas Sejati
—-